Friday, 9 April 2010

Trip Kepulauan Seribu


Awal Kisah Perjalanan ke Pulau Seribu

Perjalanan ke Kepuluan Seribu ini adalah share cost trip bersama teman-teman kaskuser. Share cost trip menjadi pilihan kami agar biaya perjalanan lebih murah. Kami bisa berbagi biaya sewa kapal dan pembiayaan lain yang dipakai bersama-sama. Kami mulai membicarakan transportasi, akomodasi, konsumsi, sampai aktifitas wisata di forum traveler kaskus. Kita berangkat tanggal 1 dan 2 April 2010 dari tempat masing-masing

Share cost trip Kepulauan Seribu. Photo by ijunk80
Trip ini dibagi menjadi dua kloter utama dan satu kloter bayangan. Haha... agak geli emang dengernya. Udah kayak mau pergi haji aja. Tapi, boleh juga tuh backpackeran ke Mekkah :p

Kenapa dibagi dua kloter? Karena kesibukan kaskuser yang berbeda. Ada yang memang libur karena tanggal 2 April merah, ada juga yang masih sibuk dengan gawean masing-masing.

Kloter 1 berjumlah 24 orang; 11 orang dari Bandung, tiga orang dari Bogor, tiga orang dari Jakarta, dan tujuh orang dari Medan. Tuh kan... emang kita ini cinta tanah air banget! "Bhineka Tunggal Ika." Jyaahaha...

Kloter pertama dari Bandung digembongi oleh tiga kaskuser yang membawa asuhannya masing-masing. Induk semang pertama Iput, membawa lima anak asuhnya. Kedua, saya sendiri, membawa empat bapak dan ibu asuh. Dan ada satu lagi single fighter, Geri.

Kloter dari Bandung ini sempat kopdar sekali pas H-6 di BSM. Dari 11 orang, ngga semuanya hadir. Kita ngomongin gimana perjalanan dari Bandung ke Jakarta? Lucu memang! Kita udah punya bayangan nih dari Jakarta ke Pulau Seribu gimana, akomodasi, makan, ngapain aja nanti disana, sampai hal-hal kecil pun sudah tergambar jelas di benak masing-masing. Tapi justru transportasi dari Bandung ke Jakarta yang masih belum menemukan titik temu. Sampe kopdar selesai masih aja jadi PR buat Iput dan saya untuk survey bus Bandung-Jakarta dari Cileunyi dan Leuwi Panjang.

Sebenernya inti masalah pemilihan bus Bandung-Jakarta adalah, gimana kita bisa nyampe Muara Angke sebelum jam 07.00 hari Jumat 02 April 2010. Ada dua pilihan jurusan dan dua pilihan lokasi keberangkatan yang harus kita tentukan dengan konskuensinya.:

Pilihan bus Bandung-Jakarta:

Pertama, bus jurusan Grogol. Dengan bus ini kita hanya naik satu kali lagi angkutan umum (angkot merah B01) yang langsung menuju ke Muara Angke. Tapi karena perjalanan kita dari Bandung yang hanya memungkinkan berangkat jam 8-10 malam, dikarenakan membawa perempuan, maka kemungkinan sampai di Grogol adalah jam 12-3 pagi. Nah, mau ngapain kita sesampainya di Grogol atau kalau mau terusin ke Muara Angke jam segituan? Padahal kapal dari Muara Angke baru ada habis subuh. Apalagi kalo mempertimbangkan keamanan di Jakarta dengan membawa para wanita ini. Maklum, kita bukan anak Jakarta. Belum terlalu tau medan di sana. Waspadalah!!! Hahaha

Kedua, bus jurusan Kp. Rambutan. Nah, kalo ambil jurusan ini, kita harus dua kali naik mobil untuk sampai ke Muara Angke. Tapi, sesampainya di Kp. Rambutan, kita bisa neduh rumah Aconk (salah satu kaskuser yang ikut kloter 1) yang kebetulan rumahnya ngga jauh dari terminal Kp. Rambutan. Artinya, ini bisa lebih aman buat para wanita yang kita bawa.

Untuk pilihan jurusan bus, kita ambil pilihan yang kedua, ke Kp. Rambutan. Lebih aman!

Untuk keberangkatan kita bisa memilih dari Leuwi Panjang atau Cileunyi. Pertimbangan untuk dari Lw. Panjang, di sana bus jurusan manapun tersedia 24 jam. Tapi konekuensinya harus menunggu bus penuh kemudian baru bisa berangkat. Waktu menunggunya lebih lama dari perjalanan Bandung-Jakarta. Lebih parahnya lagi keberangkatan bisa ditunda sampai besok. Gubrakk!! delaynya ga main-main! Dan yang lebih penting rombongan saya berada di ujung Cileunyi sana, itu berarti harus ngesot jauh-jauh untuk mencapai Lw. Panjang. Pake angkutan umum pula!

Kedua, dari Cileunyi. Cihuuyyy!! Ini dia yang diharapkan rombongan saya. Udah deket, lebih murah, cepet berangkat lagi! Jadi, sebelum masuk gerbang tol Cileunyi, bus-bus dari Garut dan Tasik yang menuju ke Jakarta nyari penumpang dulu di Cileunyi. Itu berarti mereka ngga akan terlalu lama nge-time. Dan untuk ongkos bisa lebih murah baik AC ataupun non-AC. Tapi kebalikannya, rombongan Iput lokasinya di Cimahi. Gubrak!!! Kasihan mereka, akan lebih jauh jika keberangkatan dari Cileunyi.

Kalo untuk sang single fighter kita, Geri, dia ngikut aja. Mau dari Lw. Panjang hayoo!! Cileunyi Wokeeh!!

Untuk yang masalah keberangkatan ini, keputusan belum bisa diambil sampai menit-menit menjelang keberangkatan. Awalnya H-1 kita putuskan berangkat dari Lw. Panjang, karena belum ada yang ngasih info pasti tentang bis di Cileunyi. Tetapi menjelang hari keberangkatan saya meluncur langsung ke Cileunyi untuk tinjauan lapangan dan mewawancarai beberapa calo terkemuka di sana. Haha.. berasa reporter TV. Akhirnya saya rayu si Iput untuk mengikuti permintaan kita untuk berangkat dari Cileunyi dengan alasan ngga akan nge-time lama-lama dan harga lebih murah. Iput mengiyakan saja. Yes, usahaku berhasil!

Drama di Cileunyi

Empat jam sebelum keberangkatan, Iput menghubungiku. Salah satu temannya kerja dan pulang sore. Akhirnya, yasudahlah kita mengikuti permintaan si Iput saja untuk berangkat dari Lw. Panjang.

Habis maghrib kita langsung meluncur ke bunderan Cibiru, berharap masih ada damri yang langsung menuju ke Lw. Panjang. Tapi harapan tidak selalu menjadi nyata, bus damri udah ngga ada. Ada kobutri yang mangkal di sana. Setelah kita tanya, ternyata itu juga bisa langsung ke Lw. Panjang. Fiuh...! Syukurlah. Kita segera menyatroni Kobutri.

Kita naik lah bus itu dengan bawaan yang sangat berlebihan, kalo mengingat kita cuma mau pergi ke pantai. Ada tiga carier dan dua day bag yang dipaksa-paksain muatannya. Setelah barang-barang masuk semua, barulah kita nyari tempat duduk yang kosong. Bus sudah agak penuh memang, tapi kita semua dapet duduk. Okeh, sekarang kita tunggu pak sopir nginjek rem aja. Tarik, blay!

Tapi tiba-tiba HP berbunyi, Iput nelpon. Dari sebrang sana terdengar sosok lelaki berbicara. Dalam hati, "lho... Iput kapan operasi?". Tapi ternyata itu temennya yang malah menanyakan, "kita jadi berangkat dari mana?" :p

Bukannya salah satu dari mereka ada yang ngga bisa ke Cileunyi dan meminta untuk berangkat dari Lw. Panjang aja?

"Engga, dia udah sama kita kok sekarang. Siap pergi. Terserah kamu aja dari mana."

Yasudahlah, tanpa ba bi bu lagi saya bilang, "okeh... kita dari Cileunyi aja!" Tutup telpon dan langsung teriak ke abang sopir. Layaknya efek slow motion dalam film-film Hollywood saya teriak "Waiiit..!!" untuk menghentikan kaki pak sopir yang akan menginjak gas.

Kondisi bis yang udah penuh diacak-acak empat orang sableng yang buru-buru turun dan mengeluarkan tas-tas segede stum. Sebagian dari mereka yang udah PW dengan wajah manyun memberi kita jalan. Akhirnya kita bisa turun bis dan tertawa geli-geli lucu.

Yang tak kalah bingungnya tentang lokasi keberangkatan kita adalah Geri dan Pak Epul yang memang akan langsung menyusul di manapun kita berangkat. Dari mulai kita putusin berangkat dari Lw. Panjang kita SMS mereka. Trus ganti ke Cileunyi SMS lagi mereka. Ganti lagi ke Lw. Panjang kita SMS mereka lagi.

"Ger, Pakepul, ini keputusan terakhir! Kita berangkat dari Lw. Panjang!" Tapi setelah kita turun dari Kobutri tadi buru-buru saya telpon Geri dan Diana telpon Pakepul, "kita jadi berangkat dari Cileunyi." 

Sungguh awal perjalanan yang menggelikan.

4 comments:

  1. Gan, sy tinggal d cibiru bandung n rncana mo k pulau tidung join tour gt, tp kumpul d muara angke jm 6 pagi. bs minta share info dr cibiru bandung k muara angke ga Gan? coz sy sendirian, enakny brngkt jm brpa ya? nuhun Gan....

    ReplyDelete
  2. iya Gan, ane ud baca....
    kan ad 2 choices; bisa naek yg Grogol n Km Rambutan...mnrt aGan, bagi ane yg cewek n sndirian lbh baek hrs mnmpuh yg mn?
    trs msl ane pilih yg Grogol, apa bis2 yg d cileunyi tuh 24jam n ap angkot BO1 k muara angke jg 24jam???
    mhn bgt infona Gan....

    ReplyDelete
  3. brarti bus dr cileunyi k grogol itu 24jam ada ya gan?rncna mo brngkt dr cileunyi jm 2 pg....

    ReplyDelete
  4. iya Gan, ad pak satpam kosan yg bs ngantar n nunggu bus smpe brngkat.
    trs ane hrs milih bus Grogol lwt puncak ato yg Grogol lwt padalarang?
    sorrrryyyyyy bgt ya Ga nanya2,,,,
    ok, bsk pg ane mo survey k cileunyi interview para calo

    ReplyDelete