Menjahit di Tengah Hiruk Pikuk Bandung
Selain drama keberangkatan di Bandung yang sudah saya ceritakan sebelumnya di awal perjalanan Trip Kepulauan Seribu, drama kisah di bawah ini bisa menjadi pelajaran bagi teman-teman ketika bepergian dengan cara backpacker. Terutama bagi teman-teman yang melakukan backpacking pertama kali. Keep simple tapi well prepared! Silahkan disimak. :)
Salah satu rombongan saya, Anggi. Doi ini udah terkenal banget dengan keriweuhannya kalo mau melakukan sesuatu atau mau kemana-mana. Terbukti bawaan dia super duper berat dan besar. Belum ditambah tentengan plastik yang nambah beban hidupnya. Tapi sebenernya itu semua nggga jadi masalah kalo carrier yang dia bawa seokeh punya saya. Hahaha.. Berhubung carrier yang Anggi bawa keadaannya sungguh kritis dan mencemaskan, ditambah adanya sebuah dogma yang mengatakan, "apa yang kamu takutkan, itu biasanya akan terjadi." Serta diperkuat dengan hukum newton II aksi-reaksi. Maka, terjadilah musibah itu. Carrier Anggi ga kuat menahan beban sebesar itu dan sobeklah gendongannya.
Dengan wajah memelasnya Anggi merintih, "Elung, kumaha? Tas Anggi Jebol!" Dan bukannya malah berduka kita bertiga malah tertawa puas menyaksikan penderitaan saudaranya sendiri. Sableng!
Tanpa terpikirkan oleh kita, di dalam angkot perjalanan ke Cileunyi, Anggi menawarkan solusi untuk permasalahannya, "Ada yang jual jarum ga ya di Cileunyi?" Krik.. krik.. krik..
"Yaudah gi, coba aja ntar disana cari"
Satu lagi temen saya, Bae. Temen saya yang satu ini bisa di bilang subur. Dan ngga kalah preparenya sama Anggi untuk perjalanan kali ini. Dia ga mau kebelet pup dalam perjalanan. Jadi, sebelum berangkat dia minum dulu produk pelangsing bermerek Langxing. Berharap setelah dia minum itu langsung terkuras semua isi dalam perutnya dan amanlah dia. Tapi segala sesuatu memang membutuhkan perhitungan yang matang. Setelah minum itu dia langsung menuju toilet. Sampai setengah jam hasilnya nihil. Dengan kecewa dan bersungut-sungut dia keluar.
Setelah di dalam angkot minuman semi pencahar itupun bereaksi dan dia mengeluh, "Lung, aku mules!" -___-"
Setelah sampai di Cileunyi, tanpa menunggu perintah Bae langsung mencari WC umum dan Anggi langsung meluncur dengan sendirinya menelusuri jalanan Cileunyi mencari toko yang mau menjual jarum jahit dan benang di malam hari. Ada sebagian daerah yang mempunyai adat untuk tidak menjual jarum di malam hari. Pamali!
Dalam kebisingan hilr mudik kendaraan terdengar seseorang berteriak "Jang, ongkosnya mana?" Gubrak!! Saya langsung lari ke mamang sopir angkot dan memberikan ongkosnya dengan muka merah berseri dan nyengir-nyengir malu ngga jelas. Untung saja pak sopir dan penumpang udah pada tuwir dan ramah-ramah.
Lamaaa... sekali saya dan Diana menunggu Anggi dan Bae menuntaskan masalahnya. Sambil menunggu mereka kami berdua menghubungi temen lain yang janjian ketemu di Cileunyi.
Bae datang dengan wajahnya yang keliatan lega dengan senyum geli geli puas! Disusul dengan Anggi yang langsung ketawa, "saya udah nyari jarum ga dapet-dapet. Beratus-ratus toko saya tanyain. Eh... malah dapetnya dari tukang jaga WC umum."
Jadi gini ceritanya. Setelah Anggi hampir putus asa nyari jarum ga dapet-dapet, seseorang ngasih petunjuk bahwa di sebelah WC umum ada tukang jahit. Anggi langsung mengecek kebenarannya. Dia bertanya ke penjaga WC umum perihal tukang jahit yang berada di sekitar situ. Tukang WC bilang udah tutup penjahitnya kalo jam segituan. Tapi sang tukang WC nanya, "emang mau apa?" Anggi pun langsung menjelaskan nasib yang menimpanya.
Keberuntungan masih berpihak padanya. Sang penjaga WC dengan tulus hati menawarkan jarum dan benang. Anggi langsung dong menyambar rejeki itu dan menanyakan berapa harga yang harus ia bayar. Tapi, sang penjaga WC memang berhati mulia, dia memberikannya secara cuma-cuma. Hari gini masih banyak juga tenyata orang yang baik hati seperti bapak penjaga WC...
Diantara kita berempat, Dianalah yang jago jahit. Kami serahkan tas Anggi di tangannya. Dengan kelihaiannya Diana menggarap tas Anggi yang sudah sekarat itu...
Ini dia gambarnya: tetep ngeksis lagi jait juga...
Photo by: Elung
No comments:
Post a Comment